Artikel

Edisi asma Allah Ar Rahiim (yang maha penyayang).

 

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

 

Ar rahhiim

 

Ar-rahiim ataou  رحيم yang artinya penyayang.

 

Kata RAHIIM terulang  115 kali dalam 115 ayat di dalam al-qur’an yang semuanya menunjukan sifat allah subhanahu wata’ala, namu dari 115 ayat tersebut ada 1 ayat kata Rahim yang bukan atou tidak terkait dengan nama atau sifat allah melainkan tertuju kepada nabi Muhammad sollohu ‘alaihi wasalaam, artinya hanyya rosuululloh yang allah anugrahkan sifat rahhim yang melebihi dari manusia manapun, yaitu terdapat di dalam surat AT-TAUBAH ayat 128.

 

لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رءوف رحيم

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap  orang-orang mukmin.( at-taubah 128)

 

Sisaya 114 surat yang semuanya terkait dengan sama wa sifat ALLAH subhanahu wata’ala.

 

Dan dari 114 surat hanya ada 35 ayat kata rahiim tertulis tunggal  tidak di sandingkan dengan asma allah lainya yaituh ditulis الرّحيم (ar-rahiim)

Dari 34 ayat yang mengandung kata ar-rahiim haya ada 5 ayat yang asbabunuzulnya sampai kepada kita,

Yaitu berada di surat dan ayat;

  • At taubah ayat 118
  • Al hijr ayat 49
  • Ar rum ayat 5
  • Yaa siin ayat 5
  • Az-zumar ayat 53

 

Surat at-taubah ayat 118

 

وعلى الثلاثة الذين خلفوا حتى إذا ضاقت عليهم الأرض بما رحبت وضاقت عليهم أنفسهم وظنوا أن لا ملجأ من الله إلا إليه ثم تاب عليهم ليتوبوا إن الله هو التواب الرحيم

dan terhadap tiga orang [665] yang ditangguhkan (penerimaan taubat)  mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal  bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka,  serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

 

[665] Yaitu Ka ‘ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi ‘. Mereka disalahkan karena tidak ikut berperang.

Asbabun nuzul

Imam Bukhari dan lain-lainnya meriwayatkan sebuah hadis melalui Kaab bin Malik yang menceritakan, aku belum pernah ketinggalan dalam suatu peperangan pun selalu bersama dengan Nabi saw. kecuali hanya dalam perang Badar. Dan ketika perang Tabuk diserukan, yaitu peperangan yang terakhir bagi Nabi saw. kemudian orang-orang diserukan untuk berangkat ke medan perang dan seterusnya. Di dalam hadis ini terdapat kata-kata: kemudian Allah menurunkan firman-Nya yang berkenaan dengan penerimaan tobat kami, yaitu firman-Nya, “Sesungguhnya Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang Muhajirin…” (Q.S. At-Taubah 117) sampai dengan firman-Nya, “Sesungguhnya Allahlah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Q.S. At-Taubah 118) Dan diturunkan pula firman-Nya, “Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar.” (Q.S. At-Taubah 119)

 

Surat al hijr ayat 49

 

نبئ عبادي أني أنا الغفور الرحيم

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,

Asbabun nuzul

Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadis melalui Abdullah bin Zubair yang menceritakan, bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. bertemu dengan segolongan para sahabatnya, mereka sedang ketawa-ketawa. Lalu Nabi saw. bersabda menegur mereka, “Apakah kalian masih juga dapat tertawa sedangkan surga dan neraka disebutkan di hadapan kalian?” Setelah itu turunlah firman-Nya, “Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.” (Q.S. Al-Hijr 49-50). Ibnu Murdawaih mengetengahkan pula hadis yang sama dengan melalui sanad yang lain, yaitu melalui seorang lelaki dari kalangan sahabat Nabi saw. Sahabat itu menceritakan, bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. menengok kami (para sahabat) dari pintu yang biasa dimasuki oleh orang-orang Bani Syaibah. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Aku lihat kalian tertawa-tawa mengapa?” Setelah itu Nabi pergi tetapi mundur kembali, lalu bersabda, “Sesungguhnya sewaktu aku pergi, dan sampai di Hijr, tiba-tiba datanglah malaikat Jibril, lalu ia berkata, ‘Hai Muhammad! Sesungguhnya Allah telah berfirman kepadamu, mengapa engkau berputus asa terhadap hamba-hamba-Ku? Maka kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.'”

 

Surat ar-rum ayat 5

بنصر الله ينصر من يشاء وهو العزيز الرحيم

Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang.

Asbabun nuzul

Imam Tirmizi mengetengahkan sebuah hadis melalui Abu Said yang menceritakan, bahwa ketika perang Badar meletus orang-orang Romawi mengalami kemenangan atas orang-orang Persia. Maka hal itu membuat takjub orang-orang Mukmin, lalu turunlah firman-Nya, “Alif lam mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi…” (Q.S. Ar-Rum 1-2) sampai dengan firman-Nya, “…karena pertolongan Allah.” (Q.S. Ar-Rum 5) Ibnu Jarir mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui Ibnu Mas’ud r.a. Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Syihab yang menceritakan, bahwa telah sampai suatu berita kepada kami, bahwa orang-orang musyrik mendebat kaum Muslimin yang tinggal di Mekah sebelum Rasulullah saw. berangkat keluar (ke medan perang Badar). Orang-orang musyrik itu mengatakan kepada kaum Muslimin Mekah, “Orang-orang Romawi itu mengakui bahwa mereka adalah ahli kitab, tetapi mereka ternyata dapat dikalahkan oleh orang-orang Persia yang Majusi. Dan kalian menduga bahwa kalian akan dapat mengalahkan kami dengan Kitab (Alquran) yang diturunkan kepada Nabi kalian. Mengapa orang-orang Persia yang beragama Majusi itu dapat mengalahkan orang-orang Romawi yang ahli Kitab? Maka kami pun pasti akan dapat mengalahkan kalian sebagaimana orang-orang Persia dapat mengalahkan orang-orang Romawi.” Setelah itu maka Allah swt. menurunkan firman-Nya, “Alif lam mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi…” (Q.S. Ar-Rum 1-2) Ibnu Jarir telah mengetengahkan pula hadis yang serupa melalui Ikrimah, Yahya Bin Ya’mur dan Qatadah. Menurut riwayat yang pertama pada hadis yang pertama, yaitu riwayat yang membaca fathah huruf ghain-nya, sehingga bacaannya menjadi ghalabatir ruumu. Karena ayat ini diturunkan ketika kaum Muslimin memperoleh kemenangan atas orang-orang musyrik Mekah dalam medan perang Badar. Menurut qiraat yang kedua yaitu yang membaca damah huruf ghain-nya, sehingga bacaannya menjadi ghulibatir ruumu. Dengan demikian maka makna ayat menjadi; bahwa orang-orang Romawi sesudah mereka mengalami kemenangan atas orang-orang Persia, mereka akan dikalahkan oleh kaum Muslimin. Penafsiran qiraat ini dimaksud supaya makna ayat sealur dengan kejadiannya, apabila tidak demikian maka perubahan qiraat ini tidak mempunyai arti yang besar.

 

Surat yaa siin ayat 5

تنزيل العزيز الرحيم

(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha  Penyayang,

Asbabun nuzul surat

Abu Na’im di dalam kitab Dalaail-nya mengetengahkan sebuah hadis yang bersumber dari sahabat Ibnu Abbas r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw. membaca surah As Sajdah, lalu beliau mengeraskan bacaannya, sehingga membuat segolongan orang-orang Quraisy merasa terganggu karenanya. Lalu mereka bangkit hendak memukul Rasulullah saw., akan tetapi tiba-tiba tangan mereka menjadi kaku menempel pada leher-leher mereka dan tiba-tiba mereka tidak dapat melihat sama sekali. Kemudian mereka mendatangi Nabi saw. seraya meminta kepadanya, “Kami minta pertolongan kepadamu demi Allah dan demi hubungan silaturahmi kita, hai Muhammad!”, maka Rasulullah saw. mendoakan mereka sehingga keadaan mereka normal kembali. Lalu turunlah firman-Nya, “Yaa Siin. Demi Alquran yang penuh hikmah.” (Q.S. Yasin, 1-2) sampai dengan firman-Nya, “…ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.” (Q.S. Yasin, 10). Selanjutnya sahabat Ibnu Abbas menceritakan, bahwa ternyata tidak ada seorang pun dari mereka itu yang mau beriman. Ibnu Jarir mengetengahkan sebuah hadis melalui Ikrimah yang menceritakan, bahwa Abu Jahal telah mengatakan, “Sungguh jika aku melihat Muhammad, aku akan hajar dia dan aku akan melakukan demikian dan demikian.” Lalu Allah menurunkan firman Nya, “Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka…” (Q.S. Yasin, 8). sampai pada firman-Nya, “…sehingga mereka tidak dapat melihat.” (Q.S. Yasin, 9). Orang-orang mengatakan kepadanya, “Inilah Muhammad”, akan tetapi Abu Jahal berkata, “Mana dia? mana dia?”, sedangkan ia tidak dapat melihat.

 

Surat az-zumar ayat 53

قل يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله إن الله يغفر الذنوب جميعا إنه هو الغفور الرحيم

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa [1315] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

[1315]. Dalam hubungan ini lihat suart (4) An Nisa ayat 48.

Asbabun nuzul

sebuah hadis melalui Ibnu Umar r.a yang menceritakan, bahwa kami mengatakan, “Tiada tobat bagi orang yang terkena fitnah (cobaan dari orang-orang musyrik) apabila ia meninggalkan agamanya, sesudah ia masuk Islam dan sesudah ia mengenalnya dengan baik”. Maka, tatkala Rasulullah saw. tiba di Madinah lalu turunlah firman-Nya berkenaan dengan mereka, yaitu, Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas…” (Q.S. Az Zumar, 53). Imam Thabrani mengetengahkan sebuah hadis yang di dalam sanadnya terdapat kedha’ifan; hadis ini diketengahkannya melalui Ibnu Abbas r.a yang menceritakan, bahwa Rasulullah saw. mengirimkan utusan kepada Wahsyi, pembunuh Hamzah r.a. untuk mengajaknya masuk Islam. Maka Wahsyi mengirimkan pula utusan kepadanya dengan membawa pesan darinya, yaitu, “Mana mungkin kamu menyeru aku (untuk masuk Islam) sedangkan kamu berkeyakinan, bahwa barang siapa yang Syaikhain mengetengahkan hadis mengenai Asbabun Nuzul ayat ini, yaitu sebagaimana yang telah disebutkan di dalam Asbabun Nuzul surah Al Furqan. Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis dengan sanad yang sahih yang bersumber dari Ibnu Abbas r.a. Ibnu Abbas r.a. menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang musyrik Mekah. Imam Hakim dan Imam Thabrani keduanya mengetengahkan telah membunuh atau telah berzina atau telah musyrik (menyekutukan Allah), berarti ia telah mengerjakan dosa-dosa yang besar dan dilipatgandakan baginya azab pada hari kiamat serta ia menjadi penghuni neraka yang abadi di dalamnya. Aku telah mengerjakan hal itu semuanya, apakah kamu menemukan kemurahan bagiku?” Kemudian Allah swt. menurunkan firman-Nya, “Kecuali orang yang bertobat, beriman dan beramal saleh…” (Q.S. Maryam, 60). Lalu Wahsyi berkata, “Ini adalah syarat yang sangat berat sekali bagiku, barangkali aku tidak mampu melakukannya”. Yang ia maksud adalah firman-Nya, “Kecuali orang yang bertobat, beriman dan beramal saleh…” (Q.S. Maryam, 60). Selanjutnya Allah menurunkan lagi firman-Nya yang lain, yaitu, “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya…” (Q.S. An Nisa 116). Wahsyi menjawab, “Hal ini saya lihat sesudah ada kehendak dari-Nya, maka aku tidak mengetahui, apakah Dia mengampuniku atau tidak? Apakah masih ada selain itu?” Kemudian Allah menurunkan firman-Nya yang lain, yaitu, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri! Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah…” (.Q.S. Az Zumar, 53), maka ketika itu wahsyi menjawab, “Ini saya setuju”. Setelah itu Wahsyi masuk Islam.

 

Ayat yang berkaitan dengan az-zumar ayat 53

An-nisa ayat 48

إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء ومن يشرك بالله فقد افترى إثما عظيما

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Asbabun nuzul

Ibnu Abu Hatim dan Thabrani mengetengahkan dari Abu Ayub Al-Anshari, katanya, “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw., lalu katanya, ‘Saya mempunyai seorang anak saudara laki-laki yang tidak henti-hentinya mengerjakan yang haram.’ Tanya Rasulullah, ‘Apa agamanya?’ Jawabnya, ‘Dia melakukan salat dan mengesakan Allah.’ Sabda Rasulullah, ‘Mintalah agamanya itu kepadanya, dan kalau dia berkeberatan, maka belilah!’ Laki-laki itu pun melakukan sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah tadi, tetapi keponakannya itu menolak. Maka kembalilah laki-laki itu kepada Rasulullah, katanya, ‘Saya lihat ia amat fanatik sekali kepada agamanya.’ Maka turunlah ayat, ‘Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang mempersekutukan sesuatu dengan-Nya dan Dia akan mengampuni dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.'” (Q.S. An-Nisa 48)

 

Dari 114 ayat yang mengandung kata rahiim  terdapat 110 ayat yang kata rahiim disandingkan dengan 7 asma dan sifat ALLAH  lainya.

  1. رحمن 6 ayat
  2. تواب 9 ayat
  3. رءوف 8 ayat
  4. غفور 72 ayat
  5. ودود 1 ayat
  6. عزيز 13 kali
  7. البر 1 ayat

Ada 4 ayat yang mengandung kata rahiim berdiri sendiri,yaitu di dalam surat

  • Anisa ayat 29

yang berbunyi

 

يا أيها الذين آمنوا لا تأكلوا أموالكم بينكم بالباطل إلا أن تكون تجارة عن تراض منكم ولا تقتلوا أنفسكم إن الله كان بكم رحيما

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu [287]; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

 

[287] Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti  membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan.

 

  • Al isra ayat 66

 

ربكم الذي يزجي لكم الفلك في البحر لتبتغوا من فضله إنه كان بكم رحيما

Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.

 

  • Al ahzab 43

 

هو الذي يصلي عليكم وملائكته ليخرجكم من الظلمات إلى النور وكان بالمؤمنين رحيما

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

 

  • Yaa siin 58

 

سلام قولا من رب رحيم

(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

 

Demikian semoga bermanfaat..

amang (Ruslan Rustandi)

Alumni FDT MATAQU Angkatan 8

🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾